Diatakut memutuskan sesuatu yang nantinya dibantai si A. Alih-alih memberi penjelasan dan detail, si B tetap dengan jawaban standar "sorry, gw lagi sibuk, ga ada waktu ngecek kerjaan lu. Pulang kerja kayak zombie dan kurang waktu dengan keluarga. Pasangan ingatkan aku bahwa rezeki itu di tangan Allah. Jangan pernah bergantung kepada
MasyaALLAH.. Hidayah itu haknya ALLAH, jangan ditunda-tunda jika sinyal taubat itu sudah lahir dihatimu.. harinya 24 agustus 2016, surat resign saya ajukan. Alhamdulillah satu Oktober 2016, Merupakan prestasi terbaik saya di bank tersebut, yaitu resign. Di awal tanda tangan akad Istishna, TIDAK ADA biaya-biaya Pembeli hemat 4,3 jt
Rezekiyang bertebaran di seluruh pelusuk dunia sepertimana air zamzam-Mu yang betebaran di seluruh dunia, kita mestilah berdoa dalam keadaan penuh harapan dan takut doa itu ditolak. #2 Memuji Allah sebelum berdoa. bukanlah urusan kita. Yang paling penting, jangan hanya ingat Allah ketika dalam kesusahan dan kesempitan. Apabila senang
Satutitik di dada kiriku mulai terasa nyeri meskipun hanya terjadi sesekali waktu. Yang membuatku semakin was-was, di titik di mana aku merasakan nyeri itu, mulai membentuk sebuah benjolan. Kecil sih, tapi karena posisinya ada di sekitar dada tepatnya payudara, aku pun tak bisa menganggapnya biasa. Aku takut, bercampur penasaran.
salimafillahAllah, jangan henti keesaanMu terteguh di jiwaku, sebab kuasa dan rizqiMu juga tak sedetikpun berpisah dariku. Berani hidup tak takut mati. Takut mati, jangan hidup. Takut hidup, mati saja. Selamat berjuang!:) telapak tangan di bawah pipi. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi). 7. Boleh tidur dengan telentang dengan meletakkan kaki
Jagadiri dan keluarga baik2, jgn mencuri/merompak semata2 nak dpt duit. Tp kalau nak mogok, tukar kerajaan, saya benarkan. Haha tunjukkan kuasa sekalian! Kalau bersatu, mesti boleh! Kerajaan mesti takut! Dah nak 4 tahun kerja kerajaan, byk juga kawan yg Akan saya tinggalkan. Tapi, terpaksalah nak resign, sbb duit mcm tahi.
Tahunnih alhamdulilah nih murah sangat rezeki Allah bagi.. Alhamdulilah sangat2 smpai tak tau nak pilih mane satu. Insya Allah.. nmpk mcm x okay bler bos resign tp eloklah merangkak dr langsung x bergerak kan.. okay drop the subject malas nk ckp, nnt pening.. huhuhu Ya Allah jangan uji aku cam nih.. penat sangat okay tggu macam nih
Berkaitandengan ayat ini, Syaikh As Sa'di menjelaskan bahwa seluruh rezeki dan ketentuannya hanya Allah yang semata-mata memilikinya. Simpanan rezeki tersebut adalah di tangan Allah. Allah-lah yang memberi pada siapa yang Allah kehendaki, Allah pula yang menghalangi rezeki tersebut pada yang lain sesuai dengan hikmah dan rahmat-Nya yang luas.
minumlah, tetapi jangan berlebihan, Sungguh Allah tidak menyukai orang yg berlebih-l ebihan (Al A'raf : 31) Dalam Al Qur'an Surah An Nuur : (37-38), Allah menerangka n karunia Nya bagi :
9 Banyak-banyak Mengingat ALLAH SWT, Sebelum, Pada Saat, dan Setelah Berbisnis***Anda harus ingat! Bahwa sesungguhnya bisnis Anda itu sudah disediakan sebelumnya oleh Allah SWT. Anda bisa memulai berbisnis juga karena diridhoi oleh Allah. Jadi jangan sampai Anda merasa bahwa bisnis Anda bisa jalan karena usaha Anda sendiri.
Tapisejak kelas tiga sudah berhenti, takut menganggu pelajaran di sekolah. kan sudah kelas tiga, nanti mau ujian. ''Tunggu saja nanti pasti ada azab dari Allah. Jangan main-main dengan
Apaperasaan korang kalau someone yang special dalam hidup korang gerak korang bangun tidur hari-hari tiap-tiap pagi? sebelum tidur dengar 'bedtime' story dari mereka-mereka yang special ni.Mesti happy kan sebab ada orang yang caring kat kita.Dulu aku pun pernah rasa macam korang semua rasa. Even kalau kat rumah pun, my parents pun selalu gerak i bangun.
Disemester ke tiga, rute kehidupan saya tidak jauh berbeda, berhemat dan berhemat. Bagaimana saya bisa consisten berhemat, karna saya tidka mau kalah dalam keadaan lemah ini, bukankah Allah sudah janjikan bahwa akan sellau ada jalan keluar untuk mereka yang berjuang mencari ilmu di jalan allah, dan saya sudah membuktikannya.
Berserahlahkepada Allah, jangan kepada manusia. Allah menjadi pembela orang bertaqwa. walaupun sokongan 92 MP yang ada di tangan YDP Agong ialah terhadap Anwar Ibrahim. Benar, Tun setuju dan akur dengan pujukan itu, tapi keadaan sudah terlambat. Masyarakat majmuk yang amat takut kepada figura tua ini, namun di hati beliau tidak lekang
Sebelumaku ambil keputusan untuk resign aku dah cukup berbelah bagi. Terlalu berbelah bagi. Terlalu. Hanya Allah sahaja yang tahu, betapa beratnya pilihan yang aku perlu pilih. Teruskan atau tamatkan. Aku dah mula berniat untuk resign sejak bulan Januari. Tapi Suami pujuk supaya bersabar, bertahan, bertabah.
uEXw8o. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID g2FZqGIzZXTLq4eQWbpVRXnIBuqYM-sx3f8DoJhiMyhUuv72WkLczg==
Rezeki adalah hak setiap hamba dan mahluk ciptaanNya yang telah Allah SWT berikan semenjak awal penciptaan manusia hingga maut menjemput. Walau masih misteri namun Allah SWT juga satu-satunya pemberi rezeki yang tidak akan pernah mengingkari janji bagi hamba-hambanya yang selalu berdoa, berusaha dan yakin terhadap keputusanNya. Telah tercantumkan dalam kitab suci Al Quran tentang ada 8 pintu rezeki dari Allah SWT bagi hamba-hambaNya yang harus diyakini dan diketahui agar hidup tidak terasa sempit. Karena terkadang manusia tidak bisa membaca dan memahami bentuk dan pintu rezeki dari Allah SWT yang membuat mereka berputus asa bahkan melakukan perbuatan-perbuatan yang dibenciNya. Sebagai bahan renungan dan penguat iman agar tidak merasa takut dalam menata kehidupan, inilah 8 pintu rezeki dari Allah SWT yang tercantum dalam Al Quran yang dikutip dari berbagai sumber 1. Pintu rezeki yang telah dijamin Allah SWT telah menjamin rezeki setiap orang bahkan telah tertulis sejak awal penciptaannya hingga akhir hayatnya, tidak ada satupun yang lolos dari pengaturanNya. وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ هود ٦ Artinya Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jualah yang menanggung rezekinya dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat ia disimpan. Semuanya itu tersurat di dalam Kitab Lauh mahfuz yang nyata QS 11,6. 2. Pintu rezeki yang tidak terduga Adapula pintu rezeki yang datang dan diberikan oleh Allah SWT tanpa manusia sadari dan duga sebelumnya bagi hamba yang bertawakal sebagai tanda kekuasaanNya . وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا الطلاق ٣. Artinya dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu QS 65, 3. 3. Pintu rezeki karena anak "Anak pembawa rezeki", mungkin kata-kata ini sudah sering terdengar dari orang-orang tua dulu namun keyakinan terhadap kata-kata itu semakin sulit dipahami orang di jaman sekarang. Banyak orang yang tidak mempercayainya karena menganggap anak sebagai beban bagi kehidupannya padahal setiap anak yang terlahir kedunia telah membawa rezekinya masing-masing. وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا الاسراء ٣١ Artinya dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar QS 17, 31. 4. Pintu rezeki karena istigfar Salah satu pintu rezeki dari Allah SWT diberikan kepada hambaNya yang senantiasa membersihkan diri dan hati dari segala dosa penghalang rezeki dengan memperbanyak istigfar. فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا نوح ١٠ Artinya Maka aku katakan kepada mereka 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" QS 71, 10. يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ نوح ١١ Artinya Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu QS 71, 11. 5. Pintu rezeki karena menikah Menikah merupakan salah satu pintu rezeki dari Allah SWT yang dipastikan dan tidak perlu diragukan bagi lelaki dan perempuan yang ingin mengesahkan hubungan ke jenjang yang diridhoiNya. Walau terlihat mustahil, namun tidak dapat juga dipungkiri bukti kebenarannya karena Allah SWT tidak pernah mengingkari janji-janjiNya. وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ النور ٣٢ Artinya Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. QS 24, 32. 6. Pintu rezeki karena bersyukur Allah SWT telah menjanjikan kelipatan dan kelimpahan rezeki kepada hambaNya yang selalu bersyukur atas segala karunia serta nikmat tiada batas juga tidak terhitung dengan akal manusia. وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ إبراهيم ٧. Artinya Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.” QS 14,7. 7. Pintu rezeki karena sedekah Cara untuk membuka pintu rezeki dari Allah SWT dan telah dicontohkan oleh para Nabiyallah dan orang-orang bertaqwa adalah sedekah, karena amal satu ini tidak hanya memberikan manfaat bagi si pemberi tapi juga bagi si penerimanya. Sedekah juga mencegah musibah karena mendatangkan cinta Allah SWT juga para penduduk langit ikut mendoakan bagi orang yang mau meringankan beban saudaranya dan penduduk dunia pada umumnya. مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً ۗوَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ البقرة ٢٤٥. Artinya Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan rezeki dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. QS 2, 245 8. Pintu rezeki karena usaha Bekerja dan usaha adalah salah satu cara yang dilakukan seorang hamba untuk mengetuk pintu rezeki dari Allah SWT demi kelanjutan hidup dan masa depan juga impian-impian. Manusia dianjurkan untuk selalu berusaha dengan segala kemampuan yang ia miliki hingga memberikan kebaikan dan manfaat bagi dirinya dan orang disekitarnya. وَاَنۡ لَّيۡسَ لِلۡاِنۡسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ النجم ٣٩ Artinya "dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya," QS 53, 39 وَاَنَّ سَعۡيَهٗ سَوۡفَ يُرٰى النجم ٤٠ Artinya "dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya," QS 53, 40 ثُمَّ يُجۡزٰٮهُ الۡجَزَآءَ الۡاَوۡفٰىۙ النجم ٤١ Artinya "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," QS 53, 41 وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الۡمُنۡتَهٰىۙ النجم ٤٢. Artinya "dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya segala sesuatu," KQS 53, 42 Sekedar penjabaran singkat dari 8 pintu rezeki dari Allah SWT yang tercantum dalam Al Quran sebagai janji pasti dari zat yang Maha Kaya dan tidak pernah meningkari janji-janjiNya.***
Rezeki adalah sesuatu pemberian dari Allah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Dalam kehidupan sehari-hari setiap makhluk hidup telah memiliki rezekinya masing-masing. Tinggal makhluk tersebut mau mengambil atau yang diberikan oleh Allah bukan berupa materi saja tetapi juga non materi seperti, kesehatan, ilmu pengetahuan, pekerjaan, dan rezeki tidak datang tiba-tiba, harus dijemput dan berusaha. Berikut enam sumber rezeki yang diberikan Allah menurut Al-Qur'an untuk Jika sering bersedekahilustrasi sedekah adalah suatu amalan yang akan dibalas oleh Allah SWT. Balasannya berupa rezeki yang berlimpah. Dengan bersedekah juga, Allah akan memudahkan rejeki setiap hamba-hamba-Nya. Seperti yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah 245 yang artinya “Siapakah yang mau memberikan pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” Jadi jangan ragu untuk bersedekah, ya!2. Selalu bersyukurilustrasi bersyukur mendapatkan rezeki dari Allah, jangan lupa untuk bersyukur. Allah akan menambah nikmat pada hambanya yang pandai QS. Ibrahim 7, menyebutkan “Dan ingatlah juga, takkala tuhanmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Baca Juga 5 Bukti Nyata bahwa Rezeki Gak Selalu Berbentuk Uang, Apa Saja? 3. Rezeki dari bekerja atau berusahailustrasi bekerja PiacquadioRezeki tidak datang sendirinya, harus dijemput dengan cara bekerja atau usaha. Demikian juga jika kamu bermalas-malasan rezeki akan menjauh. Sebagaimana firman Allah yang artinya “bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasannya usaha itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” QS. An-Najm 39-41 4. Rezeki tak terdugailustrasi mendapat rezeki tak diduga kamu mendapatkan hadiah? Jika pernah, berarti mendapatkan rezeki yang tidak terduga. Hal ini terdapat dalam QS. At-Thalaq 3 “Dan Dia memberikannya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Alllah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” 5. Rezeki dari menikahilustrasi menikah adalah menyatunya perempuan dan laki-laki, demikian juga dengan jalan rezeki keduanya. Dua orang yang menikah untuk menjalankan ibadah karena Allah Ta'aala, maka akan diberi rezeki. Sebagaimana terdapat dalam QS. An-Nur 32, artinya “Dan kawinkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan orang-orang yang layak berkawin dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” 6. Rezeki dari anak, cucu, dan keluargailustrasi rezeki karena anak menikah dan mempunyai anak, Allah akan menjamin rezeki dari anak-anak dan keluargamu. Pernyataan ini terdapat dalam QS. Al-Isra 31, artinya “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” Saat kehidupan sedang dilanda kesulitan, yakin jika Allah akan memberikan rezeki seperti yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Tetapi untuk mendapatkannya Kamu harus bekerja, berusaha, dan berdoa, ya. Baca Juga 5 Keutamaan Salat Tahajud, Hati Tenang Hingga Terkabulnya Doa-doa IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa rezeki memang sudah diatur oleh Allah swt sejak masih dalam kandungan. Lalu, mengapa manusia masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari? Sekelumit problematika dalam menyikapi persoalan yang tidak berbanding lurus dengan realitas ini dijawab dalam buku yang berjudul Jika Tuhan Mengatur Rezeki Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja karya dari Imam Al-Muhasibi. Imam Al-Muhasibi adalah seorang sufi yang karya-karya fokus terhadap tasawuf yang berorientasi terhadap psikologi moral. Ia berhasil memadukan antara, ilmu, tasawuf dan hakikat. Maka tidak salah, jika jika Prof Abdul Kadir Riyadi menyebut kitab al-Makasib ini sebagai kitab yang membahas “Etika Ekonomi”. Sedangkan, Luis Massignnon mengategorikan pemikiran tasawuf Al-Muhasibi ke dalam genre moral psychology yaitu tasawuf yang merambah ke wilayah psikologi moral. Kitab ini penting menjadi rujukan masyarakat hari ini karena terdapat beberapa relevansi dengan kehidupan nyata masyarakat yaitu sikap-sikap yang perlu disemai agar masyarakat tidak hanya berpikir bagaimana mendapatkan harta yang banyak, tetapi juga bagaimana cara masyarakat untuk mendapatkannya. Tidak hanya tentang mendapatkan harta itu sendiri, tetapi memperhatikan dan mempertimbangkan bagaimana harta itu didapatkan. Di dalam buku ini, Imam Al-Muhasibi menyebutkan kiat-kiat cara mengonversi ikhtiar duniawi agar bernilai ukhrawi, mendapatkan rezeki halal dan berkah, menjelaskan secara rinci alasan syariat dan logika mengapa kita harus tetap berusaha mencari rezeki, motivasi untuk menjadikan kerja menjadi ibadah, serta mengurai bagaimana konsep “Allah telah mengatur rezeki manusia” dengan mudah dipahami oleh pembaca. Buku terjemahan ini diawali dengan penjelasan bagaimana memahami hakikat ketentuan rezeki sesuai dengan keterangan yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadits. Salah satu penjelasan Al-Qur’an di antaranya adalah bagaimana menanamkan sikap tawakal dalam diri manusia. Karena sejatinya, kewajiban seorang Muslim sesudah Allah mencukupi rezekinya adalah menggunakan akal pikirannya untuk bertadabbur dan merenungkan penciptaan langit dan bumi, dan menumbuhkan sikap yang positif dalam dirinya halaman 22. Hal ini juga ditegaskan oleh Ibnu Athaillah As-Sakandari bahwa akal diciptakan untuk mengatur dan memikirkan urusan ibadah, bukan untuk mengurusi rezeki. Allah telah menjamin rezeki bagi setiap makhluknya. Dengan demikian, melalui Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ para ulama, Allah telah menjelaskan bahwa manusia harus bekerja sesuai dengan perintah Allah. Jika tidak, sudah ada argumentasi hujjah yang tegas menyatakan kekeliruan mereka. Sebab itulah, perintah ini bukan hanya semata-mata bekerja akan tetapi juga mencari rezeki dengan tata cara yang benar seperti tidak melanggar batas-batas syariat, menerapkan prinsip wara’ dalam berbisnis, berkarya dan dalam segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan, maka otomatis telah taat kepada Allah dan menjadi orang yang terpuji halaman 40. Buku ini menghadirkan kisah-kisah keteladanan dari para sahabat Nabi dalam menafkahi keluarganya. Sebagaimana kebijakan Abu Bakar As-Shiddiq saat menjadi khalifah agar menganjurkan umat Islam untuk bekerja dan mencari nafkah. Sebab bekerja untuk kebutuhan keluarga adalah perbuatan yang paling utama, paling merekatkan kekerabatan, dan ketaatan paling tinggi. Bahkan, Abu Bakar As-Shiddiq berujar, “aku tidak ingin menanggung dosa atas kelalaianku terhadap keluargaku bila tidak sampai aku nafkahi. Berikan aku gaji yang layak!” halaman 55. Kemudian ditentukanlah gaji yang layak untuk Abu Bakar oleh Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib agar dia fokus mengatur urusan umat Islam saat kewajiban menafkahi keluarga sudah terpenuhi. Disebutkan pula di dalam buku ini tentang perdebatan di kalangan para ulama antara bekerja dan tidak bekerja. Ada sebagian ulama yang mengatakan agar tidak bekerja dengan alasan bahwa Allah telah mencukupi rezeki setiap makhluk sehingga bekerja atau berusaha menyiratkan keraguan atas jaminan Allah. Akan tetapi, pandangan ini bertentangan dengan argumen-argumen rasional dan dalil-dalil sahih yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Rasulullah telah mencontohkan dalam urusan tawakal agar tetap melakukan ikhtiar halaman 61. Imam Al-Muhasibi menegaskan bahwa Allah telah memastikan keutamaan bagi seseorang yang bekerja, dan Rasul-Nya telah memberi tuntunan bahwa bekerja bisa mendekatkan hati kepada Allah dan dapat menambah nilai ibadah, hati yang berserah diri kepada Allah pasti mendorongnya untuk bekerja sebagai bentuk kepatuhan kepada-Nya. Maka seharusnya bekerja tidak melemahkan frekuensi hati untuk mendekatkan diri dengan Allah halaman 75. Penjelasan etika dalam bekerja secara profesional dan proporsional di dalam buku ini dibuktikan dengan beberapa alasan ulama, kisah-kisah para sahabat, dan dalil Al-Qur’an. Dilengkapi dengan penjelasan bagaimana bersikap tawakal dan wara’ dalam menghadapi sesuatu yang masih subhat serta beberapa strategi para ulama dalam mendekati dan mendapatkan pemberian dari pemerintah. Membaca buku ini dengan utuh akan mendapatkan kebijaksanaan bahwa rezeki yang sudah ditakar oleh Allah perlu untuk diikuti dengan sikap ikhtiar dan wara’ dalam mendapatkannya. Tidak hanya bagaimana kita mendapatkan rezeki, akan tetapi dengan cara dan strategi yang diperbolehkan oleh syariat. Hal ini dilakukan agar bekerja menjadi benar-benar bernilai ibadah di hadapan Allah dan mendapatkan keberkahan di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Peresensi adalah Abdul Warits, mahasiswa Pascasarjana Studi Pendidikan Kepesantrenan, Instika, Guluk-Guluk Sumenep Madura Identitas buku Judul Jika Tuhan Mengatur Manusia, Mengapa Kita Harus Bekerja? Penerjemah Abdul Majid, Lc Penerbit Turos Pustaka Cetakan Juli, 2022 Tebal 181 halaman ISBN 978-623-732-77-07
rezeki di tangan allah jangan takut resign