Padahakikatnya tenaga dalam ada pada diri setiap manusia. yang menjadi persoalan adalah apakah orang tersebut mau menggalinya menajdi lebih manfaat ataukah membiarkannya hanya sekedar potensi yang terpendam saja Sejarah Umat Islam Indonesia Editor : Prof. Dr. Taufik Abdullah dan Dr. Mohamad Hisyam Penerbit : Yayasan Pustaka Umat - MUI
KRITIKANSECARA GLOBAL TERHADAP ILMU TENAGA DALAM Pertama : Ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang baru dan tidak ada landasan dari al-Qur'an dan Sunnah Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya. Padahal saat itu dibutuhkan kekuatan untuk berdakwah. Begitu pula pada masa pemerintahan Khulafaur Rosyidin yang penuh dengan aktivitas jihad.
AllahSWT menggunakan kata tunggal dalam Alquran dalam ayat doa
Nahitulah pembahasan singkat kali ini mengenai doa, semoga tulisan tentang Pengertian Doa Dalam Islam dan Dalilnya Lengkap ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua yang membacanya. Mudah-mudahan kita sebagai umat Muslim senantiasa selalu menjaga kedekatan kita kepada Sang Maha Pencipta dengan salah satu caranya yakni memperbanyak doa, karena "Ad-du'aa shilaahul mukminiin" dua adalah senjatanya orang mukmin, dan Allah pasti mencintai dan menyenangi hamba-hambaNya yang mau berdoa
Allahjuga berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 110 "Janganlah kalian mengeraskan doa dan jangan pula merendahkannya, carilah jalan tengah di antara keduanya itu," 4. Berharap penuh, dalam kekhidmatan dan rasa takut kepada Allah SWT. Tata cara berdoa dalam Islam yang tidak kalah pentingnya adalah doa dengan harapan dan rasa takut padaNya.
ilmuyang mempelajari cara membangkitkan kekuatan/tenaga dalam (inner power) dengan cara-cara tertentu, antara lain : teknik pernafasan yang disertai dengan jurus-jurus tertentu dan dengan cara meditasi (tafakur). Khoriqul 'adat yang jamaknya adalah khowaariqul aadat secara bebas bermakna segala perkara yang menyelisihi dari kebiasaan umum.
islamdigest. Nabi Muhammad Muslimah Kisah Fatwa Mozaik Kajian Alquran Doa hadist. Internasional. Timur tengah Palestina Eropa Amerika Asia Afrika Jejak Waktu Australia Plus DW. Ekonomi. Digital Syariah Bisnis Finansial Migas pertanian Global. republikbola.
TRIBUNMANADOCO.ID - Doa merupakan permohonan kepada Allah SWT yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Berdoa bisa dilakukan kapan
01mHS7. Perasaan disakiti oleh orang lain benar-benar membuatkan kita menjadi lemah. Ada orang yang dianiaya dalam pekerjaannya, ada pula yang difitnah dengan cerita ciptaan orang lain terhadap diri mereka. Mama pernah dianiaya? Atau mungkin Mama ada pengalaman difitnah? Bagaimana keadaan Mama ketika itu? Semestinya sedih, marah dan kecewa bukan. Ketahuilah siapa pun diri Mama dan apa pun keadaan Mama saat itu, tuhan kita, Allah maha adil atas segala sesuatu. Al-Adl ialah salah satu dari 99 nama Allah yang bermaksud Maha Adil. Di samping itu, Allah juga melarang keras hambanya berbuat zalim kepada orang lain samada mereka beragama Islam atau seorang kafir. Firman Allah; أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ “Ingatlah, laknat Allah ditimpakan atas orang-orang yang zalim” Surah Hud 18 Manakala baginda Nabi SAW ada bersabda; المسلم أخو المسلم، لا يظلمه، ولا يسلمه “Seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menelantarkannya” HR Muslim Doa Orang Teraniaya Dimakbulkan Allah Bagaimanakah Allah melayani doa-doa orang teraniaya? Yang pertama Mama perlu tetapkan dalam hati ialah bersangka baik dengan Allah. Allah tidak mendatangkan sesuatu kepada kita dengan sia-sia. Boleh jadi kejadian tersebut sebagai cara Allah menaikan darjat seseorang. Boleh jadi juga ianya sebagai penebusan dosa atas kesalahan kita yang lampau. Lalu Allah datangkan ujian agar kita kembali ingat kepadaNya. Ketahuilah bahawa rintihan doa orang yang teraniaya adalah antara yang dimakbulkan Allah. Dari Abu Hurairah beliau berkata; Rasulullah SAW bersabda “Ada tiga jenis doa yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya; doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya” HR Tirmizi Oleh itu, bacakanlah doa-doa ini ketika dizalimi orang lain. Doa Ketika Teraniaya Kredit gambar Freepik رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Robbanaa Afrigh Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa Alal Qoumil Kafirin’ Maksudnya Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Surah Al Baqarah 250 Doa Agar Tidak Dianiaya dan Diperbodohkan Kredit gambar airdone/shutterstock Daripada Ummul Mukminin Ummu Salamah, nama sebenarnya ialah Hindun binti Abu Umayyah, Huzaifah al-Makhzumiyah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW apabila keluar dari rumahnya, baginda membaca بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ Bismillâhi tawakkaltu alallâhi, allâhumma innî aûdzu bika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au adzlima au udzlama, au ajhala au yujhala alayya’ Maksudnya “Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat aniaya atau dianiayakan, bertindak bodoh atau dianggap bodoh oleh orang lain atas diriku” HR Tirmidzi Doa ini Mama Siti ambil dari perkongsian Ustazah Asma` Harun di laman Facebook beliau. Kata beliau, doa ini sangat baik diamalkan sebagai perlindungan dari penganiayaan orang lain. Selain itu, doa ini juga sebagai benteng agar Allah selamatkan kita dari menjadi orang yang menganiaya orang lain. Nauzubillah, semoga dijauhkan. Doa Ketika Menghadapi Kesulitan Akibat Penganiayaan Orang Lain Kredit gambar enciktat/ Shutterstock حَسْبِيَ اللهُ لِدِيْنِيْ حَسْبِيَ اللهُ لِدُنْيَايَ حَسْبِيَ اللهُ لِمَا اَهَمَّنِيْ حَسْبِيَ اللهُ لِمَنْ بَغَاعَلَيَّ حَسْبِيَ اللهُ لِمَنْ كَادَنِيْ بِسُوْءٍ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّابِاللهِ Hasbiyallahu lidiini hasbiyallahu lidun yaaya hasbiyallahu lima ahammanii hasbiyallahu limam baghoo alayya hasbiyallahu liman kaadanii bisuuin walaa haula walaa quwwata illaa billaah’ Maksudnya Cukuplah Allah bagi agamaku, cukuplah Allah bagi duniaku, Allah mencukupi bagi apa yang menyusahkanku, Allah mencukupi bagi yang menganiaya aku, Allah mencukupi bagi yang berniat jahat kepadaku, tidak ada daya upaya dan tidak ada tenaga melainkan pertolongan Allah Doa ini ialah pengharapan kita kepada Allah ketika menghadapi kesusahan kerana perbuatan jahat orang. Kita meletakkan sepenuh keyakinan bahawasanya Allah berkuasa memberikan pertolongan kepada diri saat ini. Akhir sekali, kita mulai faham sesungguhnya tuhan tidak memandang enteng perihal perasaan manusia. Lihatlah bagaimana Allah menjanjikan doa-doa orang yang dizalimi ini akan dimustajabkan. Maka, kita sebagai umat manusia hendaklah sentiasa berjaga-jaga. Jangan sampai ada hati yang terluka dek kerana sifat zalim. Mama Siti harap kita semua sentiasa diberikan perlindungan agar tidak menjadi golongan yang menganiaya orang lain. Ayuh cuba amalkan doa pembuka rezeki pula! Tingkatkan amal ibadah lain dengan panduan dan bacaan yang betul seperti dikongsikan DI SINI. Dapatkan e-baucar istimewa apabila Mama mengundi jenama barangan bayi dan keperluan ibu hamil kegemaran Mama di Motherhood Choice Awards 2022 hari ini! Diyana Moin Penulis eklektik dan kreatif. Komited menyediakan informasi terbaik dan dipercayai.
Jawaban Wswrwb Saudarku yang dirahmati ALLAH SWT KRITIKAN SECARA GLOBAL TERHADAP ILMU TENAGA DALAM Pertama Ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang baru dan tidak ada landasan dari al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabatnya. Padahal saat itu dibutuhkan kekuatan untuk berdakwah. Begitu pula pada masa pemerintahan Khulafaur Rosyidin yang penuh dengan aktivitas jihad. Mereka tidak pernah mengajarkan keilmuan tersebut kepada para pasukan perang. Seandainya ilmu tenaga dalam dan sejenisnya adalah ilmu yang bermanfaat untuk pertahanan jiwa dan merobohkan musuh dari jarak jauh, tentu telah diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada para sahabat dan diwariskan oleh para sahabat kepada generasi sesudahnya. Akan tetapi hal itu sama sekali tidak pernah terjadi, dengan demikian jelaslah kebatilan dan kesesatan ilmu tersebut. Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru dalam agama ini yang tidak ada landasan darinya maka ia bertolak.” Dalam riwayat lain “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada landasannya dari perintah kami maka ia bertolak.” HR. Bukhori dan Muslim Kedua Ilmu ini berasal dari luar Islam. Tenaga dalam atau krachtologi tersusun dari kata krachtos yang berarti tenaga dan logos yang berarti ilmu. Ia sudah dikenal oleh orang-orang Mesir Kuno pada 4000 SM. Dari Mesir, krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi dan Persia. Di Persia tenaga semacam ini dinamakan Dacht. Dalam Dahtayana disebutkan bahwa pada suku Bukht dan Persia, terkenal ilmu perang dinamakan dahtuz, yaitu merobohkan musuh dari jarak jauh. Para bangsawan Persia dilatih sejenis senam yang dilakukan lewat tengah malam agar mereka mempunyai tenaga Daht itu. Kemudian keilmuan tersebut terus dikembangkan sehingga menjadi suatu konsep untuk membangkitkan tenaga dalam dengan teknik pernafasan yang disertai dengan jurus-jurus tertentu. 1 Hal ini memperkuat pernyataan di atas, bahwa ilmu ini adalah ilmu yang baru dan tidak bermanfaat dalam agama Islam. Seandainya keilmuan tersebut dibolehkan tentu Alloh Ta’ala akan menjelaskan kepada Rosul-Nya hakikat dan manfaatnya. Apalagi keilmuan tersebut sudah dikenal orang-orang Mesir kuno ribuan tahun sebelum masehi dan sebelum pengutusan Rosul alaihis salam Dengan demikian kita tahu bahwa kebatilan dan kebohongan telah dilakukan sebagian perguruan tenaga dalam di tanah air dengan menamakan perguruan mereka dengan nama-nama yang islami seperti Bunga Islam, al-Barokah, al-Ikhlas, Hikmatul Iman, PIH Silahul Mukmin, dll. Ini adalah penipuan yang nyata, sebab tidak pernah dalam sejarah bahwa perguruan-perguruan tersebut menjadi bunga bagi Islam, menambah keberkahan dan mewujudkan keikhlasan serta keimanan yang benar bagi penuntutnya. Bahkan fakta membuktikan bahwa seluruh perguruan tenaga dalam merupakan sarana dan fasilitas untuk menebarkan kesesatan, kesyirikan, sihir, mistik. Ketiga Dalam ilmu tenaga dalam terdapat pokok kesesatan dan kesyirikan yang sangat banyak, sebagaimana yang telah disebutkan di atas secara global. Keempat Di antara dampak negatif ilmu tenaga dalam adalah hilangnya rasa tawakal para penuntutnya kepada Alloh Ta’ala. Sebab mereka merasa telah memiliki kekebalan dan kekuatan luar biasa yang bisa merobohkan musuh dari jarak jauh, sehingga ia merasa tidak butuh pertolongan siapa pun. Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu hanya terjadi dengan izin Alloh, maka ia bertawakkal kepada Alloh Ta’ala dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk mendapatkan kebaikan dan keselamatan serta menolak segala bentuk kejahatan dan malapetaka. Kelima Di antara kaidah yang digunakan untuk membangkitkan tenaga dalam adalah meditasi yaitu tafakur atau semedi. Ini adalah metode yang baru yang tidak ada landasanya dari al-Qur’an dan Sunnah. Bahkan meditasi adalah komponen dari banyak agama, dan telah dipraktekkan sejak jaman dahulu yang dikenal dalam bahasa Sansekerta dengan dhyana. Meditasi dalam salah satu aliran Budha Mahayana dikenal dengan istilah zen. Aktivitas ini merupakan usaha antara yang membawa kesadaran menuju samadi.[4] Intinya adalah aktivitas perenungan yang berusaha untuk menyatukan jiwa dengan Tuhan yang dikenal dalam dunia Tasawuf dengan istilah Ittihaad yakni Alloh Ta’ala bersatu dengan makhluk. Maha suci Alloh dari keyakinan yang kufur ini. Tidak diragukan lagi bahwa konsep dan ajaran yang seperti ini bertentangan dengan aqidah islamiyah. Itulah sumber pengambilan meditasi yang diajarkan oleh perguruan ilmu tenaga dalam yang berkembang dewasa ini. Hal ini akan menimbulkan dampak negatif bagi penuntutnya yang berujung kepada kebatilan, kesyirikan dan praktek kesesatan yang mistik. Adapun meditasi atau tafakur yang disyariatkan adalah tafakur tentang makhluk ciptaan Alloh yang merupakan tanda-tanda kebesaran Alloh Ta’ala dan keagungan-Nya. Hal ini akan memotivasi seorang untuk mengagungkan Alloh Ta’ala dan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh agama. Tafakur seperti ini merupakan salah satu faktor utama untuk menambah keimanan kepada Alloh Ta’ala begitu juga tafakur yang memotivasi seseorang untuk selalu introspeksi diri dan kembali kepada Alloh dengan kerendahan diri dan penuh pengagungan kepada yang Maha Kuasa. Keenam Jika ilmu tenaga dalam itu adalah ilmu yang bermanfaat tentu orang – orang yang berpegang teguh dengan al-Quran dan loyal kepada Sunnah adalah orang-orang yang akan berada dibarisan terdepan dalam mempelajarinya. Sebab agama memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat. WaLLAHU a'lam 1.Lihat Selamet Junaidi
Antara Do’a, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal Serta Penjelasannya – Ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tidak bisa engkau ubah, dan berusaha maksimallah terhadap ketetapan allah yang bisa engkau ubah dan serahkan sisanya kepada rabbmu, lalu berjalanlah di muka bumi dengan kepala tegak, maka yang di langit akan mencintaimu, dan di bumi akan menghormatimu. Ingatlah bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur, bekerja keraslah tapi jangan melanggar kehendak tuhan. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini. Sesungguhnya manusia yang mendapatkan pertolongan dari Allah dengan beberapa sebab usahanya. Maka wajiblah ia melakukan usaha tersebut atau hendaklah ia mencurahkan segenap kemampuannya agar dapat mencapai tujuan yang dicita-citakannya. Do’a Adapun Doa terbagi menjadi dua antara lain yaitu Pertama, doa masalah دعاء المسألة atau doa permintaan. Maksudnya, seseorang berdoa kepada Allah Ta’ala dengan ucapan lisannya, meminta kepada Allah Ta’ala agar mendapatkan kebaikan yang dia inginkan atau agar terhindar dari suatu keburukan bahaya. Inilah pengertian doa yang banyak dipahami oleh kaum muslimin. Kedua, doa ibadah دعاء العبادة. Maksudnya, semua jenis ibadah yang kita lakukan pada hakikatnya adalah doa. Buktinya, kalau kita bertanya kepada seseorang yang beribadah kepada Allah Ta’ala, “Apa tujuanmu mendirikan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, dan menunaikan hak-hak Allah Ta’ala?” Usaha Saat orang mencari pertolongan kepada Allah dengan di sertai berbagai usaha yang sekiranya dapat menyampaikannya kepada tujuannya, yakni dengan menempuh jalannya. Maka hal demikian itu wajib dilakukan olehnya. Namun, bila usaha-usaha manusiawinya ini sudah tidak memungkinkan lagi, maka pada saat yang demikian itu hendaklah, ia menyerahkan diri sebulat-bulatnya dengan menadahkan harapan kepada Allah SWT saja seraya memanjatkan do’a. فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya “Apabila telah di tunaikan shalat, maka bertebarlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia allah dan ingatlah allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” QS Al-Jumu’ah Ayat 10 . Ikhtiar Ikhtiar adalah salah satu upaya manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi. Sejatinya, keadaan hasil bergantung pada ikhtiar. Jika ikhtiar sekadar-sekadar’, sekadar pula hasilnya. Jika ikhtiarnya full power, percayalah hasil tidak akan membohongi. إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ Artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.” QS ar-Ra’d 11. Tawakal Tawakal Arab توكُل atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri pasrah dan ikhlas sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Definisi Tawakal Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, “Tawakkal adalah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram. Menurut ajaran Islam, tawakkal itu adalah tumpuan terakhir dalam suatu usaha atau perjuangan. Jadi arti tawakkal yang sebenarnya — menurut ajaran Islam — ialah menyerah diri kepada Allah swt setelah berusaha keras dalam berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuan dalam mengikuti sunnah Allah yang Dia tetapkan. Doa Tawakal Arab, Latin dan Terjemahnya حَسْبِيَ اللهُ HASBIYALLAAHU Artinya Cukuplah Allah bagiku لَا إِلَـهَ إِلَّا هُوَ LAA ILAAHA ILLAA HUWA Artinya Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ALAIHI TAWAKKALTU Artinya Hanya kepada-Nya aku bertawakkal وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ WA HUWA ROBUL ARSYIL AZHIIM Dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ Artinya “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.” QS. at-Taubah 129 Dengan bertawakal kepada Allah SWT, kita tentu lebih siap untuk menerima kenyataan. Mereka yang tidak tawakal, mungkin akan sangat kecewa dan bahkan mengalami stres berat ketika usaha dan doanya tidak atau belum terkabul. Ketika usaha dan doanya telah terkabul, tentu mereka akan bersyukur karena menyadari sepenuhnya keberhasilan itu berasal dari Allah SWT. Salah satu bentuk syukur itu adalah dengan tetap taat kepada Allah SWT yang disebut takwa. Itulah do’a yang dipanjatkan Rasulullah SAW kepada Allah, do’a yang penuh keimanan dan keyakinan bahwa Allah yang mengutusnya tidak akan menghina-dinakan dia. Dalam do’a ini pula tergambar bahwa Rasulullah SAW. telah mengerahkan segenap tenaga dan usahanya, namun yang ia jumpai hanyalah musuh dan orang pun semakin jauh. Karena itulah kemudian ia hanya melakukan hubungan ke langit saja. Allah mendengarkan keluh kesah Rasul-Nya, dan Ia hendak menyatakan kepadanya bahwa kebatilan yang terjadi di bumi itu tidak menjadikan terputusnya hubungannya dengan langit. “Bahkan Aku akan menggantikan untukmu”, kata Allah, “dari kebatilan bumi ini dengan kemuliaan langit, dan dari terasingan dari alam pergaulan Malaikat yang dilangit. Akan Aku perlihatkan kepadamu Ayat-ayat-Ku, akan Aku tunjukkan kepadamu kekuasaan-Ku, dan Aku tampakkan pula rahasia-rahasia kekuasaan-Ku di alam ini yang tidak ada satupun kekuatan dapat menampakkan kepadamu akan yang demikian itu. Sesungguhnya Allah yang telah memperlihatkan kepadamu ayat-Nya itu pasti mampu memberikan pertolongan kepadamu, dan Ia tidak akan meninggalkanmu. Hanya saja Allah membiarkanmu dulu agar engkau berusaha dan mencurahkan tenaga dalam menghadapi segala rintangan, agar dengan demikian engkau menjadi contoh teladan bagi ummatmu supaya mereka tidak pasif meninggalkan usaha dengan meminta pertolongan dari langit saja. Jadi terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini adalah sebagai suatu karunia besar dari Allah setelah Nabi Muhammad SAW. menghadapi tantangan dan kehilangan penolong dan pembantu utamanya di bumi. Allah SWT hendak menjadikan perjalanan luhur ini bagi Rasul-Nya sehingga ia tetap menjadi orang terhormat, dan juga untuk menunjukkan bahwa mengganti apa-apa yang luput dari padanya dengan ganti yang lebih baik lagi, dan Malaikat-malaikat pun memberi hormat kepadanya. Setelah berjuang dengan susah payah menghadapi rintangan di muka bumi, dan akhirnya ia mendapat kekuatan yang baru lagi dengan izin Allah. Demikianlah ulasan tentang Antara Do’a, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal Serta Penjelasannya. Keempat hal ini tak bisa dipisahkan dan harus dilakukan secara utuh setiap kali kita menginginkan sesuatu dalam hidup dan kehidupan ini. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk melaksanakan hal tersebut. Amin… amin… ya rabbal alamin.
Semua hal yang baik selalu memiliki banyak keutamaan khususnya dalam hal ibadah seperti shalat, haji, keutamaan bersedekah dan berbagai amalan baik lainnya. Dengan semakin mendalami dan belajar mengenai keutamaan, maka kita sebagai umat muslim akan selalu terpacu untuk melaksanakan banyak amal kebaikan dalam Islam. Pada ulasan kali ini, kami akan mengulas tentang keutamaan berdoa dalam islam yang bisa anda dapatkan. Peredam Murka AllahDoa merupakan cara terbaik untuk meredam murka Allah SWT, sebab Allah SWT sangat membenci hamba-Nya yang tidak pernah meminta pada Allah SWT dan akhirnya membuat Allah SWT jadi SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan Pengenalan Terhadap Allah SWT Yang BaikKegunaan berdoa berikutnya adalah sebagai bukti dari fungsi iman kepada Allah SWT dan juga sebagai sarana untuk mengenal Allah SWT dengan lebih baik dalam rubbubiyah, uluhiyah dan juga segala sifat-Nya. Doa yang dipanjatkan hamba pada Rabbnya memperlihatkan jika ia meyakini Allah dimana Allah SWT Maha Ghoni atau maha mencukupi, Maha melihat, Maha mulia, Maha mampu dan Maha pengasih sehingga sangat patut beribadah tidak pada selainnya. Tawakal Pada AllahDoa juga memperlihatkan bukti dari manfat tawakal seseorang pada Allah SWT karena disaat berdoa, maka seseorang meminta tolong pada Allah SWT sehingga ia sekaligus juga menyerahkan segala masalah dan kesulitan yang sedang dialami hanya pada Allah SWT dan tidak pada selain-Nya. IbadahTerkadang dalam kehidupan, kita seringkali tidak peduli dengan dia yang terjadi karena rasa percaya diri terlalu berlebihan atau sedang berada dalam kehidupan yang berkecukupan. Namun yang perlu diketahui adalah jika doa merupakan bagian dari SAW bersabda, “Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat, “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir 60]. Doa Merupakan Ibadah Paling MuliaPerlu diketahui jika doa merupakan hal yang paling mulia di mata Allah SWT dan tidak ada ucapan yang lebih mulia melebihi doa di sisi Allah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362]. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu“. [Al-Hujurat 13]. Menolak Takdir Allah SWT Doa juga merupakan hal baik yang dilakukan sebab bisa menolak takdir yang tidak bisa dilakukan dengan cara lain selain berdoa. Yang dimaksud dengan takdir disini adalah bergantung dari doa seperti berdoa agar tidak terkena musibah dan sebagainya.“Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa”. [Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306] Terhindar Dari BencanaMemanjatkan doa juga akan bermanfaat sebagai cara menghadapi musibah dalam Islam sebab doa seorang mukmin tidak mungkin ditolak. Namun, doa ini bisa ditunda dan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih maslahat dibandingkan yang diminta baik untuk di dunia maupun di akhirat.“Dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku“. [Maryam 48] Menenangkan HatiDoa kepada Allah SWT merupakan salah satu cara agar hati tenang dalam Islam sekaligus mendapatkan faedah baik di dunia dan akhirat. Saat berdoa, maka suasana hati juga terasa lebih tenteram karena mengingat Allah SWT berfirman, “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” QS. Ar Ra’du 28. Menghilangkan Rasa Putus AsaDengan berdoa, maka perasaan putus asa dalam menghadapi masalah akan lenyap seketika dan lebih termotivasi untuk menghadapi cobaan di dalam hidup sekaligus tetap bersikap positif dalam menanggapi sebuah kegagalan sebab bahaya putus asa dalam Islam sangat berdampak buruk dalam kehidupan. Allah SWT menjadi tempat sandaran terbaik baik setiap hamba untuk bisa bangkit kembali dan Allah SWT sendiri juga sudah memberi jaminan untuk mengganti kegagalan yang sudah dialami dengan sesuatu hal yang jauh lebih baik. Memperlihatkan Keagungan Allah SWTSelain keutamaan berdoa dalam islam, berdoa juga memiliki fungsi untuk memperlihatkan keagungan Allah SWT pada setiap hamba-Nya yang lemah. Dengan berdoa, maka manusia menyadari jika hanya Allah SWT yang bisa memberikan kenikmatan, menerima taubat dan juga mengabulkan segala doa yang SWT berfirman, “Siapa yang memperkenankan [doa] orang yang mengalami kesulitan dan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah SWT ada Tuhan [yang lain]?, amat sedikitlah kamu mengingat-Nya”. [QS. An Naml 62].Belajar Rasa Malu Pada Allah SWTBerdoa juga akan mengajarkan rasa malu kita pada Allah SWT, sebab disaat Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan, maka seseorang akan merasa malu untuk mengingkari segala nikmat-Nya. Saat manusia ada di puncak keimanan sekali pun, maka seseorang yang rajin berdoa akan semakin dekat [taqarrub] untuk mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Meningkatkan TaqwaBerdoa sangat baik dilakukan sebagai cara meningkatkan iman dan taqwa pada Allah SWT. Dalam kehidupan terdapat lahir dan batin seperti halnya doa dan usaha dimana artinya doa yang dipanjatkan namun tidak diikuti dengan usaha, maka perbuatan ini adalah sia sia. Sebaliknya, usaha yang tidak diikuti dengan doa, maka kurang berkah sebab iman secara batin akan lebih sulit untuk dilihat dan yang terlihat hanyalah Kebaikan dan Menjauhkan Menolak KemadharatanDoa merupakan cara terbaik agar pintu rahmat bisa terbuka secara lebar dan Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang selalu meminta. Doa juga berguna terhadap sesuatu yang bahkan belum terjadi sehingga sangat baik untuk SAW bersabda, “Barang siapa diantara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang Dia berikan lebih Dia senangi dari pada diminta kekuatan.” Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.” [HR. At-Tirmidzi V/552]
doa tenaga dalam islam